Home » » Kiprah penangkapan ikan ilegal di dunia bikin geram

Kiprah penangkapan ikan ilegal di dunia bikin geram

Written By Anonymous on Mar 13, 2012 | 1:21 AM


Peringatan kini ditujukan ke negara maju


Penangkapan ikan liar menghujam negara-negara miskin di kawasan Afrika Barat. Praktek liar tersebut banyak ditemui di kawasan timur dan tengah Samudera Atlantik, yang diduga melibatkan 15 negara, yang teritorialnya berada di sekitar kawasan samudera tersebut, dari Maroko dan Mauritania (wilayah utara) hinga Angola (ke arah selatan).


Negara-negara Afrika telah sering mendapat peringatan keras atas masalah ini, namun tetap saja belum banyak perubahan. Dua negara yang teritorialnya sering dimanfaatkan oleh para pelaku pemancingan ilegal ini adalah Guinea dan Sierra Leone. Di dua kawasan tersebut, banyak kapal penangkap ikan yang berbendera Cina, Rusia, Panama, juga negara Eropa; Portugis, Italia, bahkan ada yang berbendera Indonesia!


Secara umum, nilai kerugian dari perampasan sumberdaya laut tersebut berkisar sembilan hingga US$ 24 miliar pertahun. Itu sama saja dengan merampas produksi perikanan negara yang bersangkutan hingga 22 persen. Namun yang terpenting adalah praktek mancing liar itu telah menghilangkan ikan hingga 26 juta ton. Ini tentu akan mempengaruhi kelangsungan hidup ikan-ikan yang dilindungi, salah satunya tuna.


Mengetahui hal itu, Direktur Kebijakan Lingkungan Greenpeace kawasan Eropa, Saskia Richartz meminta negara-negara maju yang benderanya dimanfaatkan para pemancing liar itu untuk bertindak tegas bahkan keras. "Memalukan! Komitmen mereka sebagai negara industri dan negara maju dalam memerangi kejahatan lingkungan selama 10 tahun ini berarti hanyalah omong kosong." (ang)
Share this article :

No comments:

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. BiRU - Infomedia Perikanan dan Kelautan Terpilih - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger